Lytro: Jepret Dulu, Atur Fokus Kemudian

Lytro

Kamera yang satu ini memang benar-benar tidak konvensional. Dari sisi bentuk saja sudah terlihat kalau benda ini sama sekali tidak mirip kamera. Bukan hanya dari sisi luar, teknologi yang dipasang di dalamnya pun benar-benar berbeda dari kamera yang beredar saat ini. Kelebihannya, Anda tidak perlu mengatur fokus lensa sebelum membidik karena proses ini bisa dilakukan setelah gambar diambil. Sang pembuat menyebutnya Camera 3.0.

Kenapa Camera 3.0? Karena generasi pertama kamera menggunakan film sementara generasi selanjutnya beralih ke format digital. Yang ini tetap menggunakan format digital namun menggunakan prinsip kerja yang benar-benar berbeda. Pendekatan ini mungkin menarik namun tetap saja Lytro yang berbasis di Silicon Valley ini harus mampu meyakinkan konsumen untuk beralih ke produk mereka.

Lytro bekerja menggunakan 3D map. Objek apa pun yang dibidik akan disimpan dalam bentuk informasi tiga dimensi. Setelah proses itu, pengguna bisa mengatur sendiri objek apa yang akan menjadi fokus dari hasil akhirnya. Mereka menyebutnya light-field photography. Berbeda dengan cara kerja kamera konvensional, light-field camera menangkap cahaya dari berbagai arah dan menyimpannya sebagai informasi yang dapat diatur setelah proses pengambilan gambar.

Dari penjelasan yang disampaikan Ren Ng, CEO Lytro, bisa diduga kalah hasil bidikan kamera ini bakal lebih dinamis. Selain kemampuan mengubah fokus lewat kamera ini sendiri, Lytro juga menyediakan software yang memungkinkan pengguna membuat pengaturan lewat komputer. Karena tidak harus mengatur fokus terlebih dulu maka kendala momen yang terlewatkan juga bisa diatasi dengan baik. Sayangnya, Ren Ng tidak menjelaskan soal kualitas hasil bidikan kamera ini.

Data spesifikasi yang beredar hanya menyebutkan soal dimensi kamera, kemampuan zoom hingga 8X, konektivitas USB, touch screen LCD berukuran 1,46 inci, pilihan kapasitas simpan sebesar 8GB/ 16GB, tiga pilihan warna dengan harga jual mulai US$399.

Source: Cnet

Artikel Gadget Lainnya:
» Roland iModela iM-01, Printer 3D Mini
» Sonoma GuitarJack Model 2 Mengubah iPhone Jadi Studio
» Hammacher Schlemmer, Kamera Paling Kecil di Muka Bumi?
» Timesnap, Nonton Film di Pergelangan Tangan
» Samsung Bikin Kamera Compact Jadi [Mirip] DSLR

What do you think?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s