Mencoba Memahami Inception

InceptionInception memang film yang brilian dan Christopher Nolan adalah sutradara jenius. Dua pernyataan itu memang tak bisa disangkal namun bukan berarti semua penonton Inception paham benar ide cerita yang ditawarkan sutradara ini. Walaupun Nolan sudah membuat tutorial di awal cerita namun konsep penyajian film ini sendiri kadang masih membingungkan buat beberapa penonton. Karena itu tak ada salahnya kalau kita coba untuk meneliti kembali konsep yang ditawarkan Nolan lewat Inception. Semoga ini bisa menjawab sebagian pertanyaan kita tentang film ini.

Mimpi
Mimpi adalah ‘hasil karya’ alam bawah sadar manusia. Mimpi bukanlah sebuah kenyataan dan karena itu hal-hal yang tak mungkin terjadi di alam nyata seperti paradox tangga yang tak berujung bisa saja terjadi.

Mimpi memiliki sebuah dunia sendiri yang dibentuk oleh alam bawah sadar orang yang sedang bermimpi (Dreamer). Selain memungkinkan terjadinya hal-hal yang tak mungkin, alam mimpi juga tidak memiliki ujung yang jelas karena itu sering kali kita tidak tahu persis bagaimana kita bisa sampai pada situasi di alam mimpi tersebut.

Konsep waktu di alam mimpi
Berbeda dengan alam nyata, waktu di alam mimpi bergerak lebih cepat. Karena itu mimpi yang rasanya berjalan berjam-jam bisa saja hanya berlangsung dalam hitungan menit di alam nyata. Perbedaan tingkatan mimpi juga berpengaruh pada pergerakan waktu. Semakin dalam maka waktu akan bergerak semakin cepat.

Tingkatan mimpi
Seperti sebuah gedung, mimpi memiliki tingkatan. Bila alam nyata dianggap sebagai lantai pertama, maka alam mimpi adalah tingkatan lantai yang ada di bawahnya. Bagian paling bawah dari tingkatan ini disebut Limbo.

Limbo
Limbo bukanlah alam mimpi pribadi namun sebuah alam mimpi yang bisa didatangi oleh siapa saja. Di dalam Limbo tidak ada apa-apa kecuali apa yang telah dibangun oleh orang yang pernah masuk ke Limbo. Orang yang memasuki Limbo akan kehilangan kewarasan. Ia tak akan bisa membedakan antara alam nyata dan alam mimpi.

Mati/ Sakit
Bila orang yang bermimpi mati atau terbunuh di alam mimpi, maka secara otomatis ia akan terbangun karena mati adalah sebuah ‘keadaan’. Sebaliknya, bila orang yang bermimpi disakiti di alam mimpi maka rasa sakit ini akan ikut dirasakan oleh fisik orang tersebut karena rasa sakit adalah pengalaman psikologi bukan sebuah keadaan. Bekas luka tidak akan terbawa tapi rasa sakit akan tetap dirasakan.

Dalam kasus mimpi yang dipaksakan mencapai beberapa tingkatan dengan menggunakan bahan kimia maka tubuh di alam nyata akan tetap tertidur meskipun dreamer mati di alam mimpi. Ini menyebabkan orang yang mati di alam mimpi akan terlempar ke Limbo sampai batas waktu yang sangat panjang. Bila ia berada di dalam Limbo dan terbunuh di sini maka proses ini akan berputar kembali ke alam nyata.

Proyeksi
Orang yang sedang bermimpi (Dreamer) bisa membentuk proyeksi yang berbentuk orang-orang lain di alam mimpi tadi. Proyeksi ini bertugas seperti sel darah putih. Pada saat dreamer sadar kalau ia sedang berada di alam mimpi orang lain maka proyeksi ini mulai berlaku agresif dan mencari orang yang menjadi ‘tuan rumah’ dari mimpi ini dan berusaha menghancurkannya.

Dom Cobb adalah orang yang mampu membuat mimpi ini sebagai sebuah aktivitas kolektif. Ia bisa masuk ke alam mimpi orang lain atau membawa orang lain ke dalam alam mimpinya. Dibantu dengan timnya, Cobb mampu memanipulasi alam bawah sadar seseorang dengan masuk ke dalam mimpi orang tersebut, mirip dengan hipnotis.

Saat Cobb ditugaskan untuk menanamkan ide ke dalam pikiran Fischer, Cobb memerlukan beberapa orang untuk membantunya. Masing-masing orang ini memiliki tugas masing-masing.

Architect
Architect adalah orang yang bertugas merancang alam mimpi untuk digunakan bersama-sama. Architect bisa merancang alam ini sesuai keinginannya dengan syarat alam ini tidak boleh sama dengan alam nyata. Ini dimaksudkan untuk menghindari kebingungan membedakan antara alam nyata dan alam mimpi. Architect inilah yang menjadi pemandu di setiap level mimpi.

Point Man
Point Man bertugas mengumpulkan data tentang target.

Forger
Forger adalah orang yang mampu mengambil bentuk orang lain dengan maksud memanfaatkan bentuk ini untuk memanipulasi target.

Chemist
Chemist adalah orang yang bertugas membuat ramuan yang memungkinkan orang tertidur dan bermimpi hingga masuk ke level mimpi yang lebih dalam lagi.

Masing-masing anggota tim Cobb harus memiliki sebuah Totem yang berfungsi mengingatkan mereka pada saat mereka sedang berada di alam mimpi orang lain.

Totem
Totem adalah benda yang dibuat khusus oleh masing-masing tim Cobb. Hanya pemilik Totem yang tahu persis bentuk dan fungsi dari Totem ini. Bila Totem ini tidak berbentuk atau berfungsi seperti yang dirancang oleh pembuatnya maka bisa dipastikan ia sedang berada di alam mimpi orang lain.

Dreamer
Dreamer adalah ‘tuan rumah’ dari alam mimpi. Dalam kasus Cobb, tiap-tiap level memiliki dreamer sendiri karena pada saat ia menjadi tuan rumah di satu level maka secara otomatis ia tidak bisa ikut berada di mimpi berikutnya.

Subject/ Target
Subject atau target adalah orang yang dibawa masuk ke alam mimpi dengan maksud untuk dimanipulasi.

Kick
Untuk bisa terbangun dari satu level mimpi, maka diperlukan sebuah kejutan yang disebut Kick. Tiap level kick hanya akan membangunkan orang yang bermimpi ke level di atasnya. Kick yang terjadi di level pertama akan membawa dreamer ke alam nyata.

Misi Cobb dan timnya adalah menanamkan ide ke otak Fischer yang menjadi target mereka. Untuk menanamkan ide ke dalam pikiran Fischer, Cobb bermaksud membawa Fischer memasuki alam mimpi hingga beberapa lapis untuk mengelabui Fischer dan membuatnya yakin kalau ide yang ditanamkan ini adalah idenya sendiri.

Artikel Lain:
» Inception, Menjelajah Alam Mimpi Bersama Christopher Nolan

» Machete, Mengangkat Nama Danny Trejo

» The Other Guys, Impian Menjadi Polisi Super

» Salt, Pelarian Agen CIA

» The Last Airbender, Sang Penjaga Keseimbangan Alam

One thought on “Mencoba Memahami Inception

What do you think?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s