Renault DeZir Concept, Jauh Dari Kata Konvensional

Renault DeZir ConceptNama Renault memang selalu identik dengan revolusi pada desain mobil. Meski namanya tak terlalu sering jadi pembicaraan orang namun brand yang satu ini memang tak pernah berhenti memukau. Kini, pabrikan asal Perancis ini kembali menawarkan sebuah mobil konsep yang diberi nama Renault DeZir. Dan seperti juga produk-produk sebelumnya, yang satu ini memang berani dalam menawarkan konsep baru yang jauh dari kata konvensional.

Dari luar, terlihat bahwa Laurens van den Acker, sang desainer yang sempat menjadi punggawa Mazda, ingin memberikan sebuah desain yang berkonsep. Meski masih ada garis tegas yang melintang di bagian depan mobil namun secara global, bentuk lengkunglah yang lebih dominan. Aksen pun nyaris tak berpotongan karena gelembung-gelembung yang ada di sekujur bodi mobil ini seolah mengalir bagaikan air. Konsep revolusioner juga terjadi pada pintu yang membuka di sisi yang berbeda. Di bagian pengemudi (kiri) engsel berada di bagian depan sementara di bagian penumpang justru malah sebaliknya. Renault menyebut desain pintu ini sebagai gaya Yin dan Yang.

Renault DeZir Concept

Desain ‘mengalir’ ini tetap dibawa hingga ke bagian interior yang juga revolusioner. Kalau mau jujur, sama sekali tak ada kesan sedang berada di dalam kabin mobil, terutama di sisi penumpang. Kalau bagian luar diguyur cat berwarna merah, di dalam justru malah didominasi warna putih dengan aksen merah di mana-mana. Tempat duduk pengemudi dan penumpang dibuat menyatu mirip bangku dengan lekukan yang akan ‘mengikat’ penumpang dan pengemudi agar tak bergeser saat mobil berjalan. Di bagian tengah ada konsol yang dibuat ‘melayang’, membagi dua antara pengemudi dan penumpang.

Menurut Renault, DeZir ini sepenuhnya menggunakan mesin elektrik yang diletakkan di bagian belakang kabin. Motor ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 148 daya kuda dengan torsi sebesar 167 lb-ft. Hanya diperlukan waktu 5 detik buat DeZir untuk mencapai kecepatan 100km/jam sementara bila mobil digeber sampai habis maka kecepatan maksimalnya bisa mencapai 180km/jam. Sayangnya, baterai lithium ion yang terpasang hanya mampu menyuplai daya sejauh 159km saja.

Source: Car And Driver

Artikel Lain:
» Bugatti Veyron 16.4 Super Sport, Pertahankan Rekor

» Kymco KR Naked 125, Lincah di Tengah Kota

» Odyssey, Andalan Baru Honda di Kelas Minivan

» Hennessey Venom GT, Mirip Lotus Exige

» Audi R8 GT, Adopsi Mesin Gallardo

What do you think?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s